2148056 - SYAHMI AL-ISLAMIAH

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. hallo teman-teman pada postingan kali ini, saya akan memperkenalkan kalian mengenai Provinsi Kalimantan Barat. Baik langsung saja kita membahas seputar tentang Provinsi Kalimantan Barat, dimulai dari Geografinya. Yukkk disimak baik-baik yah guys!!!

KALIMANTAN BARAT

A. GEOGRAFI



Secara umum, daratan Kalimantan Barat merupakan dataran rendah dan mempunyai ratusan sungai yang aman bila dilayari, sedikit berbukit yang menghampar dari Barat ke Timur sepanjang Lembah Kapuas serta Laut Natuna/Selat Karimata. Sebagian daerah daratan ini berawa-rawa bercampur gambut dan hutan mangrove.

 B. LUAS DAN BATAS WILAYAH



LUAS

Luas wilayah provinsi Kalimantan Barat adalah 147.307,00 km² (7,53% luas Indonesia). Kalimantan Barat merupakan provinsi terluas keempat di Indonesia setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. 

BATAS WILAYAH

Provinsi Kalimantan Barat dari sebelah Utara berbatasan dengan Sarawak (Malaysia), Kemudian dari seblah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa & Kalimantan Tengah, Lalu dari sebelah Timur berbatasan dengan Kalimantan Timur dan dari sebelah Barat berbatasan dengan Laut Natuna dan Selat Karimata. 

 

C. SEJARAH



Bakulapura atau Tanjungpura merupakan taklukan Kerajaan Singhasari. Wilayah kekuasaan Tanjungpura membentang dari Tanjung Dato sampai Tanjung Sambar. Pulau Kalimantan kuno terbagi menjadi 3 wilayah negara kerajaan induk: Borneo (Brunei), Sukadana (Tanjungpura) dan Banjarmasin (Bumi Kencana). Tanjung Dato adalah perbatasan wilayah mandala Borneo (Brunei) dengan wilayah mandala Sukadana (Tanjungpura), sedangkan Tanjung Sambar batas wilayah mandala Sukadana/Tanjungpura dengan wilayah mandala Banjarmasin (daerah Kotawaringin).Daerah aliran Sungai Jelai, di Kotawaringin di bawah kekuasaan Banjarmasin, sedangkan sungai Kendawangan di bawah kekuasaan Sukadana.Perbatasan di pedalaman, perhuluan daerah aliran sungai Pinoh (Lawai) termasuk dalam wilayah Kerajaan Kotawaringin (bawahan Banjarmasin). 

Daerah-daerah di Kalbar yang terkenal pada zaman dahulu diantaranya Tanjungpura dan Batang Lawai. Loue (Lawai) oleh Tome Pires digambarkan daerah yang banyak intan, jarak dari Tanjompure empat hari pelayaran. Tanjungpura maupun Lawai masing-masing dipimpin seorang Patee (Patih). Patih-patih ini tunduk kepada Patee Unus,penguasa Demak.Kesultanan Demak juga telah berjasa membantu raja Banjar Pangeran Samudera berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung penguasa Kerajaan Negara Daha terakhir untuk memperebutkan hegemoni atas wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut naskah Hikayat Banjar dan Kotawaringin,negeri Sambas, Sukadana dan negeri-negeri di Batang Lawai (nama kuno sungai Kapuas) pernah menjadi taklukan Kerajaan Banjar atau pernah mengirim upeti sejak zaman Hindu. Kerajaan Banjar menamakan kerajaan-kerajaan di Kalbar ini dengan sebutan negeri-negeri di bawah angin. Kerajaan Banjar memiliki prajurit Dayak Biaju-Ot Danum dan Dayak Dusun-Maanyan-Lawangan yang sering memenggal kapala musuh-musuhnya (Ngayau). Pada masa pemerintahan Raja Maruhum Panambahan seorang Adipati Sambas/Panembahan Ratu Sambas telah menghantarkan upeti berupa dua biji intan yang berukuran besar yang bernama Si Giwang dan Si Misim. 

Pada tahun 1604 pertama kalinya Belanda berdagang dengan Sukadana.Tahun 1609, di Sambas pada saat itu ada ketakutan yang sangat besar akan serangan bermusuhan oleh Brunei, sehingga penguasa wilayah itu, Saboa Tangan Pangeran ay de Paty Sambas (Pangeran Adipati Sambas), membuat aliansi dengan VOC-Belanda pada 1 Oktober 1609,dengan harapan menentangnya, untuk memperkuat terhadap musuh-musuhnya. Sementara itu serangan itu tidak memiliki tempat; Walaupun, sultan Brunei telah turun ke laut dengan 150 perahu, tetapi badai telah memaksanya untuk mundur.Tahun 1672, Sultan Banjar mengesahkan Raja Sintang sebagai Sultan. 

Sesuai perjanjian 20 Oktober 1756 VOC Belanda berjanji akan membantu Sultan Banjar Tamjidullah I untuk menaklukan kembali daerah-daerah yang memisahkan diri diantaranya Sanggau, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi), sedangkan daerah-daerah lainnya merupakan milik Kesultanan Banten, kecuali Sambas. Menurut akta tanggal 26 Maret 1778 negeri Landak dan Sukadana (sebagian besar Kalbar) diserahkan kepada VOC Belanda oleh Sultan Banten. Inilah wilayah yang mula-mula menjadi milik VOC Belanda selain daerah protektorat Sambas. Pada tahun itu pula Syarif Abdurrahman Alkadrie yang dahulu telah dilantik di Banjarmasin sebagai Pangeran yaitu Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam direstui oleh VOC Belanda sebagai Sultan Pontianak yang pertama dalam wilayah milik Belanda tersebut. Pada tahun 1789 Sultan Pontianak dibantu Kongsi Lan Fang diperintahkan VOC Belanda untuk menduduki negeri Mempawah dan kemudian menaklukan Sanggau.

Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjar menyerahkan Jelai, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi) kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Tahun 1846 daerah koloni Belanda di pulau Kalimantan memperoleh pemerintahan khusus sebagai Dependensi Borneo. Pantai barat Borneo terdiri atas asisten residen Sambas dan asisten residen Pontianak. Divisi Sambas meliputi daerah dari Tanjung Dato sampai muara sungai Doeri. Sedangkan divisi Pontianak yang berada di bawah asisten residen Pontianak meliputi distrik Pontianak, Mempawah, Landak, Kubu, Simpang, Sukadana, Matan, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Sepapoe, Belitang, Silat, Salimbau, Piassa, Jongkong, Boenoet, Malor, Taman, Ketan, dan Poenan Sebelumnya menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849 No. 40, ada 14 daerah (Sambas, Mampawa, Pontianak, Koeboe, Simpang, Soekadana, Matan, Landak, Tajan, Meliou, Sangouw, Sekadouw, Blitang, Sintang) di wilayah ini termasuk dalam wester-afdeelingvan Borneo berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, per tanggal 27 Agustus 1849, No. 8. Pada 1855, negeri Sambas dimasukan ke dalam wilayah Hindia Belanda menjadi Karesidenan Sambas.

Menurut Hikayat Malaysia, Brunei, dan Singapore wilayah yang tidak bisa dikuasai dari kerajaan Hindu sampai kesultanan Islam di Kalimantan Barat adalah kebanyakan dari Kalimantan Barat seperti Negeri Sambas dan sekitarnya, dan menurut Negara Brunei Darussalam Hikayat Banjar adalah palsu dan bukan dibuat dari kesultanan Banjar sendiri melainkan dari tangan-tangan yang ingin merusak nama Kalimantan Barat dan disebarluaskan keseluruh Indonesia sampai saat ini, karena menurut penelitian para ahli psikolog di dunia Negeri Sambas tidak pernah kalah dan takluk dengan Negara manapun.

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat dalam STB 1938 No. 352, antara lain mengatur dan menetapkan bahwa ibu kota wilayah administratif Gouvernement Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi atas 2 Residentir, salah satu di antaranya adalah Residentie Westerafdeeling Van Borneo dengan ibu kota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen. 

Pada tanggal 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. Undang-undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua provinsi itu adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. 

 

D. DEMOGRAFI



Berdasarkan hasil proyeksi penduduk 2012, jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2012 berjumlah sekitar 4,583 juta jiwa, dimana sekitar 2,377 juta jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 2,246 juta jiwa adalah perempuan. Dengan luas wilayah 146.807 Km2, maka kepadatan penduduk Kalimantan Barat baru 31 jiwa perkilometer persegi dengan laju pertumbuhan penduduk1,45%.

Menurut kelompok umur, penduduk Kalimantan Barat tahun 2008 – 2012 masih membentuk piramida dengan kelompok umur usia anak dan usia produktif relatif besar, sedangkan berdasarkan lapangan usaha, penduduk yang bekerja di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2008–2012 masih didominasi penduduk yang bekerja disektor pertanian, perdagangan, jasa dan industri.

 

E. AGAMA DAN SUKU BANGSA

AGAMA



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik provinsi Kalimantan Barat tahun 2021, mayoritas masyarakat Kalimantan Barat menganut agama Islam yakni 60,07%. Wilayah-wilayah mayoritas muslim di Kalimantan Barat yaitu daerah pesisir yang mayoritas didiami Suku Melayu seperti Kabupaten Sambas, Mempawah, Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Kapuas Hulu dan Kota Pontianak. Di Kabupaten Melawi dan Kota Singkawang sekitar 49% penduduknya beragama Islam. Agama Islam juga dianut Suku Jawa, Madura dan Bugis yang berada di Kalimantan Barat. 

Di daerah pedalaman yang didiami Suku Dayak mayoritas penduduknya beragama Kristen (Katolik/Protestan) seperti di Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang dan Sekadau. Orang Tionghoa di Kalimantan Barat kebanyakan menganut agama Buddha dan Kristen (Katolik/Protestan). Di wilayah yang banyak terdapat etnis Tionghoa seperti Kota Singkawang dan kota Pontianak, juga terdapat penganut Budha dalam jumlah cukup besar.

 

SUKU BANGSA



Berdasarkan sensus tahun 2010, suku bangsa paling dominan di Kalimantan Barat, yaitu Dayak (34,93%) dan Melayu (33,84%). Suku Dayak mayoritas di daerah pedalaman seperti Landak, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Sekadau dan dan Melawi. Sedangkan suku Melayu mayoritas di kawasan pesisir, seperti Sambas, Kayong Utara, Ketapang, Mempawah dan Kota Pontianak. Di Kabupaten Kapuas Hulu, penduduk suku Dayak dan Melayu hampir seimbang jumlahnya.

Suku terbanyak ketiga di Kalimantan Barat yaitu suku Jawa (9,72%) yang memiliki basis pemukiman di daerah daerah transmigrasi yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, terutama Sintang dan Kubu Raya yang sekitar 30% penduduknya merupakan warga transmigran asal Jawa. Di urutan keempat yaitu etnis Tionghoa (8,15%) yang banyak terdapat di perkotaan seperti Singkawang dan Pontianak. Di Kota Singkawang, 37% penduduknya adalah keturunan Tionghoa dan 32% Melayu, sedangkan di Kota Pontianak 32% penduduknya suku Melayu dan 18% Tionghoa. Budaya dasar Kalimantan Barat dibentuk atas tiga tungku utama, yaitu Dayak, Melayu dan Tionghoa. Kedatangan orang Tionghoa ke Kalimantan Barat diyakini terdapat tiga gelombang, yang terbesar saat penemuan emas di Monterado, Bengkayang. Saat itu, Sultan Sambas dan Mempawah mendatangkan orang Tionghoa untuk menjadi tenaga penambang disana. Walau demikian saat ini terdapat banyak suku bangsa dari seluruh Indonesia yang mendiami Kalimantan Barat, dan populasi suku Jawa sudah melebihi keturunan Tionghoa disebabkan banyaknya migrasi dari pulau Jawa, baik melalui transmigrasi maupun masuknya tenaga kerja dari berbagai sektor. 

Berikutnya di urutan kelima yaitu etnis Madura (6,25%) yang memiliki basis pemukiman di Mempawah dan Kubu Raya, yaitu sekitar 20%. Berbeda dengan suku Jawa, kedatangan suku Madura ke Kalimantan Barat karena migrasi swakarsa atau dengan biaya sendiri. Di urutan keenam yaitu Bugis (3,12%) yang juga banyak terdapat di Mempawah (sekitar 10%). Setiap tahun di Mempawah diadakan upacara tradisi Robo'-Robo' untuk memperingati kedatangan Opu Daeng Manambon dari Kesultanan Luwu ke Kerajaan Mempawah.

 

F. EKONOMI



Pertumbuhan Ekonomi Kondisi kinerja pembangunan terkait dengan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi di Kalimantan Barat dalam kurun waktu tahun 2008 secara umum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Angka pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2008-2009 hanya tumbuh sebesar 5,24% dan 4,80% sebagai imbas kondisi eksternal yaitu krisis ekonomi globalmulai menunjukkan perkembangan positif pada tahun 2010 yaitu sebesar 5,47%. Selanjutnya, pada tahun 2011 dan 2012 tumbuh sebesar 5,97% dan 5,83% sehingga rata-rata pertumbuhan selama lima tahun adalah sebesar 5,50%.

Secara sektoral semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi secara berturut-turut dialami oleh sektor bangunan 9,78%, sektor jasa yaitu 7,71%, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yaitu 6,66%. Sektor-sektor yang memiliki peranan cukup besar sebagai penggerak utama (primemover) perekonomian Kalimantan Barat adalah sektor pertanian, perdagangan dan industri pengolahan, dengan pertumbuhan masing-masing sektor adalah 4,30%, 6,60% dan 3,10%.

Selama kurun waktu 2008-2012, sektor pertanian merupakan sektor yang paling besar memberikan sumbangan bagi pembentukan PDRB Kalimantan Barat namun peranannya terus berkurang,kondisi ini dapat menjadi indikasi terjadinya pergeseran struktur ekonomi di Kalimantan Barat. Tahun 2012 kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB sebesar 24,10%. Hampir seluruh sektor pertanian yaitu subsektor tanaman bahan makanan, peternakan, kehutanan dan perikanan peranannya mengecil dibandingkan tahun 2011. Meski demikian, secara umum sektor pertanian masih menjadi tumpuan bagi perekonomian daerah di Kalimantan Barat terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

PDRB per Kapita Berdasarkan data BPS Kalbar, PDRB Kalimantan Barat setiaptahunmengalami peningkatan, dengan rata2 pertumbuhan di atas satu juta rupiah per tahun. Dengan mempertimbangkan laju pertumbuhan inflasi, maka pengaruh pertumbuhan PDRB per kapita terhadap peningkatan daya beli masyarakat menjadi tidak begitu besar. Laju inflasi di Kota Pontianak berfluktuasi dari tahun 2008 sampai dengan 2012 dengan rata-rata sebesar 7,45%.

Pengeluaran per Kapita Pengeluaran per kapita Kalimantan Barat diukur dengan indikator rata-rata konsumsi riil yang telah disesuaikan. Selama periode 2008-2012, angka pengeluaran per kapita selalu menunjukkan peningkatan meskipun masih kurang dari 1% dan di bawah rata-rata nasional.

Indeks Pembangunan Manusia Angka capaian Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat sejak tahun 2008 terus menunjukkan peningkatan, yaitu dari 68,17 menjadi 69,66 pada tahun 2011. Pada tahun 2012, diperkirakan mencapai 70,22. Angka capaian IPM ini merupakan akumulasi dari capaian IPM kabupaten/kota se Kalimantan Barat. Pada tahun 2008, kabupaten dengan IPM terendah adalah Kabupaten Sambas (63,73) dan tertinggi adalah Kota Pontianak (72,08). Sedangkan pada tahun 2011, kabupaten terendah adalah Kabupaten Kayong Utara (65,75) dan tertinggi adalah Kota Pontianak (73,43).

Angka Kemiskinan dan Kesenjangan Kinerja penurunan angka kemiskinan Kalimantan Barat pada periode 2008-2012 menunjukkan hasil yang cukup signifikan, yaitu dari 11,07% pada tahun 2008 menjadi 7,96% pada tahun 2012. Berdasarkan data BPS, sebagian besar penduduk miskin berada di kawasan pedesaan.

Tingkat Pengangguran Angka pengangguran di Kalimantan Barat selama periode 2008-2012 juga menunjukkan penurunan melampaui target yang ditetapkan. Kondisi Kabupaten/Kota juga pada umumnya demikian.

 

G. PEMERINTAHAN



Sejak ditetapkannya sebagai Daerah Propinsi Otonom yaitu pada 1 Januari 1957 maka sampai saat ini, Kalimantan barat telah dipimpin oleh sepuluh Pejabat Gubernur Kepala Daerah. Gubernur Drs. Cornelis, MH adalah Pejabat Gubernur Provinsi Kalimantan Barat pada saat ini dan mulai bertugas sejak 14 Januari tahun 2008.

 

H. PARIWISATA

Salah satu daya tarik wisata yang ada di Provinsi Kalimantan Barat yaitu Wisata Rindu Alam Singkawang.



Rindu Alam merupakan objek wisata alam berupa kawasan perbukitan yang berada dekat pantai. Dari atas bukit ini, terlihat suguhan perpaduan panorama laut, pegunungan, dan lanskap kota. Sudah berdiri pada tahun 2009, lokasi ini populer karena berada tak jauh dari pusat kota Singkawang. 

Harga Tiket Masuk Rindu Alam Singkawang :

Hari Biasa : Rp. 30.000

Hari Kerja : Rp. 50.000

Jam Buka : 07.00 – 17.00

Aktivitas Wisata Di Rindu Alam Singkawang

Wisata Rindu Alam menjadi incaran banyak wisatawan terutama di akhir pekan dan masa liburan. Lokasinya berada dalam Sinka Island Park yang mencakup beberapa objek wisata dalam satu kawasan. Puncak bukit ini merupakan bagian tertinggi dari kawasan wisata Sinka Island Park.

Trekking



Untuk mencapai puncak bukit, wisatawan harus berjalan kaki mendaki anak tangga. Jalur trekking tersebut berkelok dan panjang namun telah dibangun sehingga mulus dan nyaman dilalui.

Di sepanjang jalur pendakian, wisatawan dapat menemukan banyak patung hewan yang tersebar. Adanya patung-patung hewan karena termasuk dalam Sinka Island Park dengan Sinka Zoo di dalamnya. Wisatawan biasanya mampir sejenak untuk berfoto bersama patung-patung tersebut, terutama yang datang bersama keluarga.

Pada kiri kanan jalan setapak juga banyak terdapat kursi yang tersedia untuk beristirahat. Tempat ini sekaligus menjadi lokasi untuk duduk-duduk dan bersantai bagi wisatawan. Di antara pepohonan, wisatawan dapat merasakan suasana alami dengan udara yang bersih dan sejuk.

Panorama Dari Puncak Bukit Rindu Alam Singkawang



Berada pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat menikmati pemandangan memukau. Pantai Baju di kaki bukit tampak indah dengan bentang pasir dan hamparan lautnya. Pantai Simping, Pasir Panjang, Pantai Tanjung Gondol, dan pantai-pantai dekat bukit juga terlihat.

Pemandangan lanskap Kota Singkawang yang sekelilingnya perbukitan Pasi, Sakok, Poteng dan Selat Karimata. Panorama indah yang terbingkai rangkaian Gunung Kota, Gunung Besar, dan Gunung Lapis. Ditambah dengan hijau dan rimbunnya tiga puncak pegunungan yang subur tersebut terlihat seolah menyatu.

Selanjutnya dari area bukit wisatawan dapat menyaksikan seluruh kemewahan panorama wisata alam Kota Singkawang. Pemandangan kota dengan hiasan warna-warni seribu kelenteng tampak indah dari ketinggian bukit. Pada saat malam tiba, wisatawan dapat melihat indahnya kelap-kelip lampu kota yang tampak dari kejauhan.

Menikmati Suasana Berkabut

Dengan ketinggiannya, kawasan puncak Bukit Rindu Alam sering berselimut awan pada musim hujan. Pada saat menjelang turunnya hujan, wisatawan dapat merasakan sensasi bersentuhan langsung dengan kabut. Momen ini tentu dapat menjadi pengalaman unik yang tak terlupakan bagi wisatawan.

Menikmati Suasana Tenang Bukit Rindu Alam

Hawa dingin langsung dapat dirasakan wisatawan saat memasuki kawasan wisata Bukit Rindu Alam. Suhu dingin khas pegunungan terasa sejak sore hingga pagi hari, terutama bulan Agustus–Februari. Berbagai tumbuhan dan tanaman bunga ditanam untuk mempercantik kawasan wisata ini.

Nuansa bukit yang menyajikan ketenangan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Di sepanjang jalur treking hingga kawasan di sekeliling puncak bukit dipadati pepohonan. Hal ini membuat udara bukit di ketinggian ini terasa bersih, segar, dan sejuk.

Di area wisata ini tersedia gazebo sebagai tempat untuk beristirahat santai. Sambil bersantai, wisatawan dapat menikmati paduan keindahan alam dari hutan dan laut Natuna. Selain itu suasana asri dengan udara yang sejuk serta panorama alam yang indah memberikan efek relaksasi.

Piknik Santai

Akhir pekan dan masa liburan merupakan waktu favorit kunjungan wisatawan. Daya tarik wisata ini juga menjadi lokasi wisata bersama keluarga untuk melepas penat dari rutinitas.

Beberapa pondok dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat santai dan makan bersama rekan maupun keluarga. Wisatawan biasanya melakukan piknik santai dengan membawa perbekalan makanan dan minuman.

Aneka Objek Foto Cantik

Bukit Rindu Alam menyajikan berbagai sudut dengan keindahannya masing-masing. Mulai dari latar alami hutan di sepanjang jalur trekking hingga panorama dari puncak bukit. Hamparan laut dengan sebaran pulau-pulau kecil dan bentang pantai terangkai cantik. Perbukitan dan puncak-puncak gunung membingkai keindahan lanskapnya juga tak luput dari bidikan kamera wisatawan. Selain pesona alamnya, beberapa spot foto juga terdapat di kawasan Bukit Rindu Alam. Seperti misalnya ornamen dan patung-patung hewan yang terdapat pada jalur pendakian menuju puncak bukit. Banyak titik pilihan disajikan untuk mengabadikan momen berlibur di bukit indah ini.

Santap Kuliner

Kawasan wisata Bukit Rindu Alam memiliki banyak warung makan yang dapat menjamu wisatawan. Sebuah restoran yang cukup terkenal di kalangan wisatawan juga terdapat di area ini. Restoran tersebut selalu ramai wisatawan untuk menikmati makanan dan minuman sambil menikmati indahnya pemandangan.

Sunset Indah Dari Bukit Rindu Alam

Pada saat sore hari, jumlah wisatawan yang datang ke Bukit Rindu Alam akan bertambah banyak. Momen sunset yang memukau dari atas bukit menjadi magnet tersendiri.

Paduan warna-warni merah, putih, kuning, ungu langit senja laksana lukisan nan menakjubkan. Perubahan warna langit yang terpantul pada permukaan laut menebar pesonanya dan memberikan suasana dramatis.

Menginap Di Rindu Alam Singkawang

Sederet penginapan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan jika ingin bermalam di sini. Vila-vila tersebut dapat disewa bagi yang ingin bermalam dan menikmati waktu lebih leluasa.

Sementara lokasinya berada di lingkungan bukit yang asri, penginapan tersebut menyajikan nuansa yang tenang. Tak luput, wisatawan dapat menyaksikan indahnya momen matahari terbit maupun terbenam.

Lokasi Dan Akses Wisata Bukit Rindu Alam

Wisata alam bukit ini berada di sedau, Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat 9163. Objek wisata alam perbukitan ini berjarak hanya sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Singkawang. Lokasinya cukup mudah diakses dengan menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Sedangkan bagi yang memilih transportasi umum dapat menggunakan taksi, bus ataupun minibus menuju lokasi.

Dari jalan raya Pontianak-Singkawang, masuk dari samping kawasan wisata pantai bersisian dengan tepi laut. Kemudian menyusuri jalan beraspal sejauh 18 kilometer, wisatawan pun akan sampai ke lokasi bukit. Kondisi jalan mendekati bukit berliku dan menanjak sehingga perlu dipastikan kendaraan pribadi cukup prima.

I. KEBUDAYAAN

Macam macam Budaya Kalimantan Barat :

Rumah Tradisional Kalbar :

Rumah Panjang



Salah satu kebudayaan Kalimantan Barat yang akan langsung terlihat ketika Anda berkunjung ke wilayah ini adalah rumah adatnya. Dimana bentuk dari rumah adat Kalimantan Barat ini disebut dengan Istana Kesultanan Pontianak yang berbentuk rumah panggung. Berbeda dengan rumah panggung lain yang umumnya pada bagian kolong rumah akan dimanfaatkan sebagai kandang hewan ternak, pada rumah adat Kalimantan Barat ini bagian kolong tidak akan dipergunakan sebab jenis tanahnya adalah rawa.

Pada bagian dalam dalam istana, akan terdapat singgasana sebagai tempat Sultan mengadakan pertemuan dan upacara. Sedangkan pada bagian kiri kanan terdapat kamar-kamar. Untuk material istana sendiri terbuat dari kayu besi keseluruhannya, dan atapnya terbuat dari sirap kayu besi juga.

Pakaian Tradisional :



• King Baba untuk Pria.

• King Bibinge untuk Perempuan.

Selain dari tempat tinggalnya, Anda juga bisa melihat kebudayaan Kalimantan Barat dari pakaian yang dikenakan oleh masyarakatnya. Ya meskipun untuk saat ini pakaian adat sudah tidak banyak digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan hanya dipergunakan dalam acara-acara tertentu saja. Untuk pria, pakaian adat yang dikenakan berupa tut kepaa dengan hiasan bulu burung enggang, rompi, celana panjang setinggi lutut, serta kain yang berfungsi untuk ikat pinggang. Dan sebagai aksesoris menggunakan kalung manik.

Kemudian untuk wanita mengenakan kain yang menutupi bagian dada, juga kain yang berfungsi untuk setagen dan kain tenun. Untuk aksesoris yang dikenakan yaitu bulu enggang, kalung manik dan gelang yang dikenakan di lengan atas. Pakaian adat ini tak lain berasal dari Dayak.

Tarian Tradisional :

Tari Monang yang merupakan tari penolak penyakit

• Tari Zapin Tembung yang merupakan tari pergaulan masyarakat setempat.

• Tari Menoreh Getah yang merupakan gambaran kehidupan masyarakat pedesaan Kalimantan.

• Dari Tandak Sambas yang merupakan tari pergaulan rakyat Kalimantan Barat.

• Tari Mandau yang merupakan wujud semangat juang suku Dayak untuk membela hukum dan martabatnya.

Sebagai wujud kesenian daerah, tari menjadi sebuah pertunjukan apik yang juga sarat akan makna. Dan layaknya daerah lain, Kalimantan Barat juga memiliki jenis tarian tradisional lebih dari satu yang masing-masing memiliki makna dan tujuan tersendiri, seperti beberapa contoh tarian yang sudah disebutkan di atas.

Senjata Tradisional Kalbar :



• Sipet.

• Lonjo.

• Telawang.

• Mandau.

• Dohong.

Sebagai wujud kesenian daerah, tari menjadi sebuah pertunjukan apik yang juga sarat akan makna. Dan layaknya daerah lain, Kalimantan Barat juga memiliki jenis tarian tradisional lebih dari satu yang masing-masing memiliki makna dan tujuan tersendiri, seperti beberapa contoh tarian yang sudah disebutkan di atas.

Pada zaman dahulu kala, pertempuran dan peperangan menjadi sebuah hal yang hampir dapat dijumpai setiap harinya. Oleh sebab itu tak heran jika masyarakatnya memiliki ilmu bela diri yang hebat serta senjata untuk perbekalan perang. Nah kebudayaan Kalimantan Barat inipun salah satunya dalam bentuk senjata tradisional, yaitu Mandau atau sejenis parang yang dihiasi rambut manusia sebagai lambang keberanian pemiliknya dan perisainya yang dihiasi ukiran warna merah dan hitam. Selain itu, masyarakat Kalimantan Barat juga sering menggunakan perisai, sumpitan, sabit dan tombak sebagai senjata tradisional mereka.

Suku : 



• Menyuke.

• Kayung.

• Sebaruk.

• Seberuang.

• Sekadau.

• Sum.

• Sungkung.

• Suruk.

• Taba.

• Taman.

• Telaga.

Yang menjadi penyebab mengapa Indonesia memiliki beragam kebudayaan, termasuk kebudayaan Kalimantan Barat adalah banyaknya suku bangsa yang menetap di wilayah Indonesia. Di wilayah Kalimantan Barat sendiri beberapa suku yang masih menetap antara lain adalah suku Dayak (Ngaju, Apa Kayan, Murut, Kalimantan, Ot Danun dan lain-lain). Suku Dayak pun membentuk suatu marga yang memiliki identitas khas.

Bahasa daerah :

• Indonesia.

• Melayu Pontianak.

• Senganan.

• Dayak.

• Tiochiu.

• Khek/Hakka.

Karena begitu banyaknya suku dan jumlah warga, tentu sebuah negara atau wilayah membutuhkan alat atau media pemersatu. Dan media pemersatu terbaik adalah bahasa. Umumnya, dalam sebuah wilayah memiliki bahasa daerah sendiri yang bukan hanya menjadi pemersatu masyarakat sekitar namun juga menjadi ciri dari daerah tersebut. Nah untuk kebudayaan Kalimantan Barat dalam bentuk bahasa daerah, antara lain adalah bahasa Dayak, Ot Danun, Kayan dan lain-lain.

Lagu daerah :

• Cik Cik Periook.

• Aek Kapuas.

• Masjid Jami.

• Alon-Alon.

• Kapal Belon.

• Sungai Kapuas.

• Antare Kapuas – Landak.

Alat Musik Tradisional :

• Gong/Agukng.

• Tawaq.

• Sapek.

• Balikan/Kurating.

• Kangkuang.

• Keledik/Kedire.

• Entebong.

• Rabab/Rebab.

• Sollokanong.

• Terah Umat.

Bukan hanya dalam bentuk tarian, namun kesenian suatu daerah juga dapat ditampilkan dalam bentuk lagu daerah. Untuk Kalimantan Barat sendiri memiliki Cik-cik Periok sebagai lagu daerahnya. Nah untuk mengiringi pementasan lagu daerah ini tentu tak akan sempurna jika tidak dibarengi dengan iringan musik yang dihasilkan oleh alat musik tradisionalnya seperti Sapek dan Gong.

Sapek yaitu alat musik dari Kapuas hulu yang banyak dijumpai di kalangan masyarakat Dayak Kayaan Mendapam kabupaten Kapuas Hulu. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan memetiknya. Kemudian untuk gong sendiri merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Bahan dasar dari alat musik yang memiliki nama lain Agukng, Kollatung (Uut Danum) ini adalah kuningan. Menariknya, alat musik ini bahkan bisa digunakan untuk mas kawin atau sebagai pembayaran hukum adat.

Tradisi :

Robo-robo

Satu tradisi yang begitu terkenal dari Kalimantan Barat adalah tradisi Robo-robo. Tradisi yang diadakan setiap Rabu terakhir pada bulan Sapar (Hijriah) ini merupakan simbol keberkahan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, tradisi ini merupakan napak tilas kedatangan Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Mataram (Martapura) ke Kerajaan Menpawah di Pontianak. Rabo-rabo sendiri dimaksudkan sebagai peringatan serangakaian kejadian penting bermula Haulan pada hari Senin malam Selasa akhir Syafar guna untuk menenang wafatnya Opu Daeng Manambun.

Kerajinan tangan :

• Tikar Lampit.

• Ukir-ukiran.

• Perisai.

• Mandau.

• Kacang Uwoi.

• Takui Darok.

Untuk oleh-oleh sanak saudara yang ada di rumah, kebudayaan Kalimantan Barat berupa kerajinan tangan bisa Anda berikan untuk mereka. Namun apa saja sih kerajinan tangan yang bisa Anda dapatkan dari Kalimantan Barat? Salah satunya yaitu tikar lipat yang dibuat menggunakan rotan. Ada pula anyaman dari bambu yang dibuat menjadi berbagai kerajinan cantik seperti tas, keranjang, vas dan lain sebagainya.

Makanan khas :

Asam Pedas.

• Bubur Pedas.

• Kerupok basah.

• Ale-ale.

• Pansoh.

• Mie Tiau.

• Nasi Ayam dan Mie Pangsit.

Satu lagi kebudayaan Kalimantan Barat yang juga menjadi daya tarik terbesar dari daerah ini yaitu makanan khas. Anda bisa mencoba menikmati mie sagu khas Pontianak, mie kepiting, kerupuk basah, kwe tiaw goreng, kwetiaw rebus, bubur pedas, asam pedas tempoyak, ale-ale, sotong pangkong, pengkak, dan ikan salai.

Dari beberapa jenis makanan tersebut, beberapa diantaranya memang kurang pas untuk dibawa sebagai oleh-oleh dan paling nikmat jika disantap di tempat. Namun untuk ikan selai, Anda bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Barat yang begitu menarik. Dimana ikan ini merupakan ikan yang telah diawetkan dengan cara di asap sehingga mampu bertahan dalam suhu tinggi perjalanan dan dalam waktu yang panjang.

J. TOKOH TERKENAL

Nama-nama Pahlawan Dari Kalimantan Barat :

1. Abdul Kadir Gelar Raden Temenggung Setia Pahlawan, (lahir di Sintang pada tahun 1771 dan meninggal dunia di Tanjung Suka Dua, Melawi pada tahun 1875). Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia dari Melawi. Beliau diangkat sebagai pahlawan pada Tahun 1999 melalui Surat Keputusan Presiden nomor 114/TK/1999 tanggal 13-10-1999.



2. Ir. H. Pangeran Muhammad Noor, (lahir di Martapura, Hindia Belanda, 24 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 15 Januari 1979 pada umur 77 tahun) adalah mantan Menteri Pekerjaan Umum dan gubernur Kalimantan pada 1901. Keputusan Presiden Nomor 123/TK/2018.



3. Aliayang - Beliau merupakan pahlawan asal Sintang. Lahir pada 20 Oktober 1920 di desa Nanga Menantak, Ambalau Sintang dan meninggal pada 7 April 1970. Beliau dimakamkan  di Makam Pahlawan Bambu Runcing, Kota Singkawang. Nama beliau diabadikan pada nama Jalan Alianyang, Pontianak.



4. Bardan Nadi - Beliau salah seorang pahlawan asal Ngabang. Memiliki nama asli Sutrisno Sastrokusumo lahir di Magelang Jawa Tengah pada tahun 1912 dan meninggal dunia pada 17 April 1947. Nama beliau juga diabadikan pada nama jalan di Kota Pontianak.

5. J.C. Oevaang Oeray - Beliau salah seorang tokoh pejuang dari Kapuas Hulu. Beliau lahir pada 18 Agustus tahun 1922 di Tanjung Kuda, desa Melapi I, Kabupaten Kapuas Hulu dan meninggal dunia pada 17 Juli 1986 di Sungai Jawi Pontianak.  Nama beliau diabadikan pada salah satu tempat olah raga di Pontianak.

6. Mr. Hamid Al-Qadri atau nama lengkapnya Syarif Abdul Hamid Al-Qadri - dikenal sebagai Sultan Hamid II. Beliau merupakan satu diantara sultan di kesultanan Pontianak. Beliau lahir di Pontianak pada 12 Juli tahun 1913 dan meninggal dunia pada 30 Maret tahun 1978 di Jakarta. Beliau juga pencetus lambang negara Indonesia yang saat ini digunakan yaitu Burung Garuda. Nama beliau diabadikan pada nama Jalan di Kota Pontianak yaitu Jalan Sultan Hamid II.

7. Pangsuma - Pang Suma salah seorang pejuang dari suku Dayak yang tinggal di Dusun Nek Bindang di tepian Sungai Kapuas Desa Baru Lombak Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Nama beliau diabadikan pada Gedung Olah Raga Pontianak, GOR Pangsuma.

8. Rahadi Oesman (lahir, 1 Agustus tahun 1925 di Pontianak dan meninggal dunia pada 7 Desember tahun 1945 di daerah Sungai Besar, Kabupaten Ketapang). Beliau meninggal akibat tertembak oleh pasukan Belanda dalam pertempuran di Sungai Besar Ketapang. Kini nama beliau juga diabdikan pada nama jalan yaitu Jalan Rahadi Oesman.

9. Siradj Sood - merupakan tokoh pejuang dari Kabupaten Sambas. Beliau lahir pada 27 Muharram 1320 Hijriyah di kampung Tumuk, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dan meninggal dunia pada 23 Maret tahun 1972. Beliau dimakamkan di kampung Tumuk Kabupaten Sambas.

Selain dari 8 nama pahlawan diatas, ada 11 pahlawan yang mendapat gelar PERINTIS PERGERAKAN KEBANGSAAN/ KEMERDEKAAN dari Menteri Sosial pada tahun 1990. Nama 11 pahlawan itu juga diabadikan pada sebuah monumen Perintis Kemerdekaan yang terletak di Jalan Ahmad Yani, di bundaran Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan barat yang dikenal Tugu Digulis. Disamping itu, nama mereka juga diabadikan namanya pada salah satu jalan di Kota Pontianak.

Berikut 11 nama pahlawan tersebut :

1. Ahmad Marzuki berasal dari Landak

2. Ahmad Sood berasal dari Landak

3. Djaranding Abdurahman berasal dari Kapuas Hulu

4. Gusti Djohan Idrus berasal dari Landak

5. Gusti Hambal berasal dari Landak

6. Gusti Hamzah berasal dari Kerajaan Simpang

7. Gusti Situt Mahmud berasal dari Landak

8. Gusti Sulung Lelanang berasal dari Landak

9. H. Rais Abdurrahman berasal dari Kota Pontianak

10. Mohammad Sohor berasal dari Landak

11. Sabran berasal dari Landak


K. PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN



Daftar perguruan tinggi negeri 

Universitas negeri 

1. Universitas Tanjungpura

Akademi negeri

1. Akademi Keperawatan Pemkab Ketapang (saat ini status perguruan tinggi belum jelas dikarenakan tidak ada satupun mahasiswa aktif) 

2. Akademi Keperawatan Pemprov Kalbar di Sintang (status perguruan tinggi sedang alih fungsi dari milik pemda menjadi milik kemenkes) 

Sekolah tinggi negeri 

1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sambas

2. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

3. IAIN Pontianak

Politeknik negeri 

1. Poltekkes Kemenkes Pontianak

2. Politeknik Negeri Pontianak

3. Politeknik Negeri Sambas

4. Politeknik Negeri Ketapang 

Daftar perguruan tinggi swasta

Universitas swasta 

1. Universitas Panca Bhakti

2. Universitas Muhammadiyah Pontianak

3. Universitas Kapuas

4. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat

5. Universitas Widya Dharma Pontianak[

6. Universitas OSO Pontianak

7. Universitas BSI Pontianak

Akademi swasta

1. AMIK Panca Bhakti

2. Akademi Perpajakan Panca Bhakti

3. Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang 

4. Akademi Agrobisnis Bumi Sebalo (status di dikti saat ini tutup)

5. Akademi Keperawatan Bethesda Serukam

6. Akademi Manajemen Komputer dan Informatika Ketapang

7. Akademi Kebidanan Singkawang

8. Akademi Kebidanan Aisyiyah Pontianak (status di dikti saat ini alih bentuk)

9. Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

10. Akademi Kebidanan St Benedicta Pontianak

11. Akademi Keperawatan Dharma Insan Pontianak

12. AMIK BSI Pontianak (status di dikti saat ini alih bentuk)

13. Akademi Kebidanan Panca Bhakti

14. Akademi Gizi Sinka Dharma Madani Singkawang

15. Akademi Manajemen Perusahaan Panca Bhakti

16. Akademi Sekretari & Manajemen Widya Dharma (status di dikti saat ini alih bentuk)

17. Akademi Keuangan & Perbankan Grha Arta Katulistiwa

18. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Pontianak

19. Akademi Bahasa Asing Pontianak

20. Akademi Bahasa Asing Widya Dharma

Sekolah tinggi swasta

1. STIKAS Santo Yohanes Salib

2. STP St. Agustinus Keuskupan Agung Pontianak

3. Sekolah Tinggi Teologi Misi Injili Indonesia Sintang

4. Sekolah Tinggi Teologi Makedonia Ngabang

5. Sekolah Tinggi Teologi Injili Humble Bengkayang

6. Sekolah Tinggi Agama Kristen Kapuas Raya Sintang

7. STT Injil Arastamar Ngabang (status saat ini menurut dikti tutup)

8. STT Kadesi Kalimantan

9. Sekolah Tinggi Teologi Injili Setia Sintang

10. Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang 

11. Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang

12. Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

13. STAI Mempawah Pontianak

14. STAI Al-Haudl Ketapang, Kalimantan Barat

15. STAI Ma`arif Sintang, Kalimantan Barat

16. STAI Sulthan M. Syafi`uddin Sambas, Kalimantan Barat

17. STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, Kalimantan Barat

18. STIT Iqra` Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

19. STIT Syarif Abdurrahman Singkawang, Kalimantan Barat

20. STIT Darul Ulum Kubu Raya Kalimantan Barat

21. Sekolah Tinggi Agama Kristen Abdi Wacana Pontianak

22. Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak

23. Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

24. Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

25. Sekolah Tinggi Agama Kristen Abdi Wacana

26. Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

27. Sekolah Tinggi Teologi Berea Pontianak

28. Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia Pontianak

29. Sekolah Tinggi Teologi Borneo

30. Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang 

31. Sekolah Tinggi Pertanian Panca Bhakti

32. STIK Muhammadiyah Pontianak

33. STKIP Persada Khatulistiwa

34. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Singkawang 

35. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi 

36. STMIK Widya Dharma

37. STIKES Kapuas Raya

38. STIKES Yarsi Pontianak

39. STKIP Singkawang

40. STKIP Pamane Talino

41.Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak

42. Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama

43. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Shanti Bhuana

44. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sambas

45. Institut Shanti Bhuana

46. Institut Teknologi Keling Kumang

47. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak

48. STKIP PGRI Pontianak

49. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Soelthan M Tsjafioeddin

50. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Boedi Oetomo

51. STMIK Pontianak

52. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Dharma

53. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Pontianak

54. IKIP PGRI Pontianak

Politeknik swasta 

1. Politeknik Tonggak Equator

2. Politeknik Putra Bangsa Pontianak

3. Politeknik Ketapang

4. Politeknik Terpikat Sambas

5. Politeknik Aisyiyah Pontianak 


Okay guys, cukup sekian artikel kali ini, semoga kalian puas dengan informasi saya mengenai Provinsi Kalimantan Barat. see u next post guys :) Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 






Read More …